Social Icons

Selasa, 11 Desember 2012

makalah bimbingan konseling;bimbingan karir

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang masalah
Seiring dengan perkembangan zaman dengan munculnya berbagai teknologi yang canggih, belum lagi dengan adanya berbagai macam pekerjaan yang sadar tidak disadari ini menjadi sebuah tantangan hidup sebuah insan di dunia yang memerlukan pemahaman dan kesadaran akan adanya hal tersebut. Dengan  ini perlu adanya sebuah pemahaman, pengarahan dan menumbuhkan kesadaran pada peserta didik di SD/MI yang harus dilakukan oleh seorang guru karena betapa pentingnya kesadaran akan kemajuan zaman dan berbagai macam kegiatan atau pekerjaan disekitar lingkungan peserta didik yang nantinya akan memicu pada sebuah karir yang paling tidak menjadi sebuah cita dari peserta didik. Pemikiran inilah menjadi latar belakang betapa pentingnya seorang guru mampu memahami dari  bimbingan karir yang kemudian dapat dijadikan sebuah transformasi kepada peserta didik di SD/MI untuk memunculkan kesadaran akan pentingnya hal tersebut.
B.    Rumusan masalah
1.    Konsep dasar bibimbingan karir yang meliputi sejarah, makna dan problem dan jalur bimbingan karir
2.    Apa saja tujuan dan prinsip – prinsip dari bibmbingan karir
3.    Bagaimana strategi dan teknik dalam bimbingan karir
C.    Tujuan
Dari pembahasan bimbingan karir ini daharapkan pertama dari seorang guru atau pendidik mampu mengetahui arti atau pemahaman dari bimbingan karir itu sendiri yang keduanya adalah bagaimana seorang guru mampu memunculkan ataupun memahamkan kesadaran dari peserta didik akan kemajuan zaman dan kesadaran terhadap adanya berbagai macam kegiatan dan pekerjaan di lingkungannya melelui sebuah materi bimbingan karir ini, penambahannya juga bisa bagi si peserta didik khususnya dan para pembaca pada umumnya dapat  memahami bagaimana sejarah bimbingan karir yang mencangkup dari makna, juga problem atau masalah apa saja yang nantinya akan dihadapi, pentingnya bimbingan karir dan juga mengetahui apa saja strtek dari bimbingan karir.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Dasar Bimbingan Karir
1.    Sejarah Bimbingan Karir
Tahun 1908 dimana awal mula dikenal bimbingan karir yang sebelumnya dikenal dengan bimbingan jabatan atau vocational guidance yang kemudian berganti menjadi bimbingan karir atau carrer guidance oleh Frank Parson. Dimaksudkan untuk membentuk sebuah wadah ataupun lembaga yang membantu para pemuda untuk memperoleh pekerjaan dan mulai meniti karirnya. Frank Parson juga pernah menerbitkan sebuah buku tepatnya tahun 1909 terkait identifikasi variable dasar dalam pengambilan keputusan karir yaitu individu, pekerjaan dan hubungan atau keterkaitan diantara keduanya. Dalam bukunya dikatakan bahwasannya bimbingan karir itu dipandang sebagai suatu proses untuk mendapatkan pekerjaan dengan langkah menyamakan dan mencocokkan cirri-ciri dan faktor individu dengan cirri-ciri dan faktor pekerjaan yang ada di sekitar atau di lingkungan. Dalam kurun waktu itu Frank Parson terkenal sebagai tokoh yang menulis dan merintis mengenai bimbingan karir meski jauh sebelum beliau sudah ada banyak para tokoh pemikir islam klasik yang membahas ataupun juga menggagas terkait bimbingan karir, hanya saja pada saat itu belum terkenal dengan sebutan bimbingan karir, dengan sebutan lain seperti bimbingan jabatan dan lainnya akan tetapi masih bernuansa bimbingan karir atau terkait dengan bimbingan karir. Selanjutnya setelah dikenal dengan sebutan bimbingan karir yang kemudian juga mengalami berbagai perkembangan salah satu diantaranya adalah tahun 1911 dibentuknya Biro Jabatan dengan menerbitkan vocational guidance news letter sebagai jurnal pertama kali yang kemudian berganti nama dengan vocational guidance magazine, kemudian occupation guidance dan berubah lagi menjadi personal and guidance journal.
2.    Makna Bimbingan Karir
Secara terminology karir itu diartikan sebuah wacana tertentu saja oleh sebagai kalangan awam yang menganggap wacana tersebut hanya tertentu pada seseorang yang mempunyai suatu posisi, jabatan atau yang berkaitan dengan suatu pekerjaan.sebenarnya banyak prespektif dalam pemaknaan karir dan juga banyak tokoh pemikir yang mendefinisikan karir dalam artian yang berbeda namun tujuannya sama, tergantung satu individu tersebut dari mana mengartikannya karena hal itu memiliki arti yang sangat luas. Namun sejatinya karir itu mempunyai artian luas
seperti halnya urutan okupasi, job dan posisi-posisi yang diduduki disepanjang pengalaman kerja seseorang . Sedangkan bimbingan karir itu sendiri diartikan sebagai upaya bantuan kepada individu untuk memberikan dorongan dan untuk memberikan kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan dan kemudahan meniti karir dalam kehidupannya. Banyak berbagai definisi dari karir namun yang terpenting dapat disimpulkan dalam satu pengertian karir yaitu karir merupakan perwujudan diri yang bermakna melalui serangkaian aktivitas dan mencakup seluruh aspek kehidupan diantaranya peran hidup, lingkungan kehidupan, yang terwujud karena adanya kekuatan inner person. Perwujudan diri ini akan bermakna dikala adanya kepuasan atau kebahagiaan diri dan lingkungan. Kesuksesan individu dalam berkarir yang tampak dikarenakan adanya ketenangan, kenyamanan, kestabilan dan kepuasan dalam bekerja.
Bimbingan karir inipun juga banyak prespektif dalam pengartiannya, dikarenakan bimbingan karir ini sulit dipisahkan dari konsep vocational guidance atau bimbingan jabatan yang kemudian berubah menjadi carrer guidance atau bimbingan karir yang diartikan sebagai proses untuk membantu dalam memilih pekerjaan, mempersiapkan, memasuki dan memperoleh kemajuan di dalamnya. Namun selang beberapa tahun kemudian pengertian bimbingan karir ini direfisi sebagai suatu proses bantuan terhadap individu  untuk menerima dan mengembangkan diri serta perannya secara terpadu dalam dunia kerja, mengklarifikasikan konsepnya dengan realita dalam lingkungan yang berujung pada kepuasan diri dan masyarakat . Rochman natawidjadja menyimpulkan pengertian bimbingan karir sebagai proses untuk membantu seseorang untuk mengerti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia atau lingkungannya, mempertemukan gambaran diri tersebut dengan dunia kerja yang kemudian atau pada akhirnya dapat memilih bidang pekerjaan, memasukinya dan membina karir dalam bidang tersebut.
3.    Problem atau Masalah dan Jalur Bimbingan Karir
Sadar tidak disadari dalam kehidupan kita pasti ada yang namanya sebuah tantangan, begitupula dalam meniti sebuah karir inipun masih tidak dapat jauh dari sebuah masalah atau sebuah tantangan. Tantangan dan masalah ini sebenarnya muncul dari diri, yang terletak dari kekurangmampuan  dalam membuat pleaning sebuah karir. Menentukan keputusan akhir dan menentukan karir ini membutuhkan suatu ketrampilan dan sebuah proses yang dilatarbelakangi pemahaman individu terhadap dirinya atau jati dirinya  dan pengenalan terhadap lingkungan pekerjaan yang ada di sekitarnya serta memadukan keduanya secara tepat. Banyak para ahli yang telah mendeskripsikan beberapa gejala dalam bimbingan karir ini, diantaranya adalah Williamson yang membagi gejala bimbingan karir menjadi empat bagian, yakni individu tidak dapat memilih atau merasa tidak ada pilihan, karena tidak mampu membedakan secara memadai atas pilihan karir dan komitmen terhadap pilihan itu (no choice), individu tidak merasa yakin atau dia merasa bimbang atas pilihan karirnya (uncertain choice), ketidakseleraan antara bakat atau minat individu dengan pilihan karirnya (unwise choice) dan ketidakseleraan minat dengan bakat individu (discrepancy). Namun sebenarnya masih banyak lagi berbagai gejala atau masalah dalam bimbingan karir yang perlu dicermati oleh seorang guru terutama dalam kaitannya upaya membantu perencanaan karir peserta didik.
Selama menempuh dunia pendidikan, individu berusaha untuk sebisa mungkin mengembangkan pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang nantinya pasti akan dibutuhkan ketika mulai mencari kerja, secara asumtif dari proses ini akan berlangsung biasanya sampai dengan usia 20 tahun. Dalam konteks jalur karir (carrer path) Santamaria (1991) mengemukakan kalur karir pada empat tahap yakni, steady state, linear, transitory dan spiral. Dari keempat jalur tersebut sangat erat kaitannya dengan proses seseorang atau individu dalam meniti sebuah karir. Steady state, jalur ini memerlukan jangka panjang dalam sebuah karir, linear yang ditandai oleh mobilitas yang konstan dalaam sebuah karir, transitory yang ditandai dengan adanya pencarian karir yang lebih variatif dan spiral yang ditandai dengan mobilitas karir secara lateral.
Dalam konteks lain bimbingan karir dapat ditempuh melalui jalur pendidikan, pekerjaan, jabatan, profesi, hobi dan social pribadi. Sejumlah kompetensi dan potensi individu yang memadai menjadi penentu berhasil tidaknya sebuah karir baik kompetensi ataupun juga potensi dari fisik, pribadi, social, intelektual, moral begitu juga spiritualnya.







B.    Tujuan dan Prinsip-Prinsip Bimbingan Karir
1.    Tujuan Bimbingan Karir
Menumbuh dan mengembangkan kesadaran serta pemahaman mengenai berbagai ragam kegiatan dan pekerjaan di lingkungan sekitar, mengembangkan sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan yang halalan toyyiban, mengembangkan kebiasaan hidup positif terhadap peserta didik di SD/MI adalah menjadi sebuah tujuan utama bimbingan karir.
Selain itu pula juga bertujuan untuk membantu peserta didik memahami apa yang disukai dan apa yang tidak disukai, kecakapan diri, disiplin diri, mengontrol kegiatan sendiri. Bimbingan pribadi, social maupun bimbingan belajar, ketiga bimbingan ini yang erat kaitannya dengan bimbingan karir yang sekalipun juga menjadi pendukung dalam perkembangan karir peserta didik.
Perkembangan karir ini bersifat kontinu, karenanya bibmbingan karir akan efektif jika memperhatikan kontinuitas tahapan dan aspek yang dominan dalam perkembangan individu, sebab itu merupakan elemen yang perlu dikembangkan pada saat yang tepat dalam proses perkembangan individu secara keseluruhan. Wujud dari keberlanjutan aspek-aspek yang dikembangkan ini diantaranya adalah mengembangkan kesadaran diri yang akan menghasilkan identitas diri, mengembangkan kesadaran pendidikan menghasilkan identitas pendidikan, mengembangkan kesadaran karir yang menghasilkan identitas karir dan lain sebagainya. Sedangkan keberlanjutan perkembangan karir itu seperti halnya seseorang atau individu memulai pendidikan dari pra SD/MI, kemudian dilanjutkan di SD/MI selama 6 tahun, dilanjutkan SMP 3 tahun, SMA 3 tahun dan masih ada yang melanjutkan sampai ke jenjang yang lebih tinggi.
Secara operasional tujuan bimbingan karir di SD/MI ini adalah untuk membantu peserta didik mengenali berbagai macam dan cirri-ciri dari jenis pekerjaan yang ada dan membantu kemampuan serta minat dengan jenis pekerjaan yang ada dan membantu mencapai cita-cita. Seseorang atau individu akan mampu menguasai aspek kehidupan secara tepat jika mampu membebaskan ketegangan, mengklarifikasikan prasaan, memberikan wawasan dan mengembangkan perasaan yang kompeten dalam wilayah penyesuaian jabatan.




2.    Prinsip-prinsip Bimbingan Karir
Bimbingan karir dalam menjalankannya membutuhkan prinsip-prinsip dasar supaya tidak melenceng dari tujuan utama yang menjadi sebuah targetan layanan bimbingan karir, salah satu diantara beberapa prinsip dalam menjalankan bimbingan karir adalah :
a.    Pemahaman bahwa bimbingan karir bukanlah sebuah proses yang terpilah satu sama lain, akan tetapi bimbingan karir merupakan sebuah proses yang berkelanjutan dalam seluruh perjalanan hidup manusia. Dengan ini dapat dipahami bahwasannya bimbingan karir adalah serangkaian perjalanan hidup manusia yang terkait dengan seluruh aspek pertumbuhan dan perkembangan yang dijalani.
b.    Bimbingan karir tidak diperuntukkan pada satu individu saja, akan tetapi bagi semua individu tanpa terkecuali.
c.    Bimbingan karir merupakan bantuan yang diberikan pada individu yang sedang dalam proses berkembang.
d.    Semua orang jelaslah memiliki hak untuk menentukan pilihan, memutuskan jalan pilihannya yang sekaligus dipertanggungjawabkan atas segala resiko dan konskwensinya. Namun dalam bimbingan karir ini tidaklah sekedar memperhatikan hak individu untuk menentukan dan memilih pilihannya tetapi juga membantu untuk mengembangkan cara-cara penentuan pilihan secara bertanggung jawab.
e.    Pemilihan dan penyesuaian karir dimulai dengan pengetahuan tentang jati diri pribadinya.
f.    Bimbingan karir membantu individu untuk memahamidunia kerja dan sejumlah pekerjaan yang ada di lingkungan masyarakat serta berbagai sisi kehidupannya.

C.    Strategi dan Teknik Bimbingan Karir
Strategi bimbingan karir pada dasarnya adalah serangkaian system yang juga merupakan pola umum perbuatan dalam wujud hubungan bantuan. Jelas hubungan bantuan tersebut dengan adanya yang dibantu dan yang membantu dalam artian kebersediaan dan berupaya menciptakan suatu cara yang tepat untuk memfasilitasi yang dibantu dalam perkembangan. Jika dikaitkan dengan peserta didik adalah sebagai pelaku karir yang kemudian terbantu dalam pembuatan dan melaksanakan atau pelaksanaan rencana, penilaian diri dan lingkungannya yang berujung pada kesuksesan perjalanan hidup yang bermakna horizontal (bagi sesamanya) dan vertical (untuk Tuhannya).
Dari pemaknaan strategi bimbingan karir tersebut diatas dapat dipahami bahwasannya setiap strategi bersifat situasional atau dalam penggunaannya bergantung pada sasaran strategi, perilaku peserta didik yang akan dikembangkan. Begitupun dengan strategi bimbingan karir yang juga mempunyai sebuah sasaran yakni sasaran diri (baik dari segi karakter maupun psiko-fisiknya) sasaran nilai-nilai, sasaran permasalahan, sasaran perencanaan dan keputusan karir.


Bimbingan karir di SD/MI dapat dilakukan dengan menggunakan strategi dan teknik bimbingan karir sebagai berikut :
1.    Terpadu dalam Kegiatan Pembelajaran
Dengan diterapkannya bimbingan karir secara terpadu dengan strategi instruksional dapat mengembangkan daripada kesadaran dan pemahaman peserta didik terkait macam-macam kegiatan atau pekerjaan yang ada disekitarnya. Dengan pendekatan terpadu ini mangacu pada keterbatasan guru pembimbing sebagai konsetor secara khusus. Dalam kaata lain guru di SD/MI menjadi sebuah pelaku bimbingan karir yang terintegrasik dalam proses pembelajaran di kelas.
2.    Menggunakan Pola Paket Bimbingan Karir
Pada pola paket bimbingan karir ini ada empat paket terdiri dari satu topic dan sub topic pembahasan, diantaranya adalah paket satu tentang pemahaman diri (terdiri sub topic bakat, minat, keadaan fisik, keadaan social, ekonomi dan budaya serta cita-cita), paket dua tentang pemahaman lingkungan terdiri sub topic untuk klas 1 – 2 yakni kemungkinan jabatan dan informasi janatan serta informasi pekerjaan, untuk klas 3 – 4 terdapat sub topic pengantar pemahaman lingkungan, informasi jabatan dan wiraswasta, klas 5 terdapat sub topic informasi pendidikan dan pembangunan kemungkinan jabatan dan wiraswasta, peket tiga tentang hambatan dan cara mengatasinya yang terdiri sub topic prasangka, hambatan dari diri sendiri dan hambatan dari luar,  paket empat tentang perencanaan masa depani dengan sub topic informasi diri dan lingkungan, cita-cita dan gaya hidup serta rencana untuk masa depan.



3.    Bacaan
Hal ini dilakukan dengan cara membaca riwayat hidup orang-orang ternama yang berhasil dalam bidangnya. Dengan ini diharapkan peserta didik dapat belajar dari pengalaman orang sukses, juga memperbanyak wawasan tentang berbagai hal.
4.    Narasumber
Mengunjungi atau mengunadang narasumber kemudian berdialog tentang dunia kerja, ini diharapkan pada peserta didik semakin luas wawasannya tentang banyak hal terutama yang berkaitan dengan pekerjaan atau profesi untuk meniti karir.
5.    Pengamatan atau Observasi
Dengan pengamatan atau observasi ini diharapkan peserta didik mengamati realita yang ada yang erat kaitannya dengan pekerjaan atau profesi dalam meniti karir
6.    Cerita
Dengan bercerita, guru dapat memberikan informasi tentang berbagai pekerjaan atau cerita tentang kerja keras yang membuahkan hasil menggembirakan.
7.    Teknik Genogram
Ini dapat juga dilakukan guru terutama untuk mengidentifikasi aspirasi karir yang berkembang pada peserta didik SD/MI. teknik ini ditempuh dalam tiga tahap yaitu konstruksi genogram, identifikasi jabatan dan eksplorasi klien. Namun dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI dan materi yang sebaiknya materi bimbingan karir yang dikuasainya.
8.    Permainan Terpadu
Dengan mengaitkan permainan dengan materi bimbingan karir yang juga memilih permainan yang mencerminkan kelima permainan kelompok terpadu, yaitu : permainan ekspresi dan proyeksi diri, permainan pilihan dan putusan ilai, eksplorasi dan identifikasi lingkungan, diskusi isu dan aturan serta analisis gaya hidup.





BAB III
PENUTUP



A.    Kesimpulan

Bimbingan karir pada peserta didik perlu dipahamkan pada peserta didik demi mewujudkan pemahaman, kesadaran akan berbagai macam kegiatan dan pekerjaan yang ada disekitarnya atau lingkungan masyarakat. Dengan langkah awal pemahaman pada konsep dasar bimbingan karir yang meliputi sejarah bimbingan karir, problem atau masalah yang dihadapi serta jalur dari bimbingan karir itu sendiri, kemudian bagaiman peserta didik mampu melakukan sesuai dengan tujuan yang diharapkan dengan menggunakan prinsip-prinsip serta strategi dan teknik bimbingan karir. Ini sangat penting karena diharapkan peserta didik mampu mengetahui dan memiliki kesadaran akan macam pekerjaan dan menambah wawasan peserta didik terkait pekerjaan dan profesi dalam meniti sebuah karir.
B.    Saran

Pada bimbingan karir peserta didik di SD/Mi ini diharapkan tidak hanya peserta didik yang menjadi pelaku akan tetapi seorang guru juga harus menjadi pelaku dalam perwujudan bimbingan karir ini.















DAFTAR PUSTAKA


Budiamin, Amin dan Setiawati . 2009 . Bimbingan Konseling . Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia
Juntika, Achmad . 2006 . Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan . Bandung : Aditama
Mohamad Thayeb Manrihu . 1992 . Pengantar Bimbingan Konseling Karir . Jakarta : Bumi Aksara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar